Kubus
Bentuk paling umum untuk shisha. Panas merata dan mudah ditata di atas kepala.
Ukuran tersedia sentimeter
- 2.2 × 2.2 × 2.2
- 2.5 × 2.5 × 2.5
- 2.7 × 2.7 × 2.7
Ukuran khusus bisa dipesan
7500+kcal/kg
Nilai kalori
< 2.5%
Kadar abu
60-90menit
Lama nyala
12+
Negara tujuan
Katalog
Bentuk menentukan cara briket dipakai. Spesifikasi bahannya sama untuk semuanya.
Bentuk paling umum untuk shisha. Panas merata dan mudah ditata di atas kepala.
Ukuran khusus bisa dipesan
Batang bersisi enam. Bidangnya rata sehingga tidak menggelinding dan tersusun rapat.
Punggung melengkung dengan alas rata. Menyala lebih cepat di sisi atasnya.
Ukuran khusus bisa dipesan
Batang bulat. Dipakai untuk pemanggangan dan tungku yang butuh nyala panjang.
Ukuran khusus bisa dipesan
Angka di bawah ini berlaku untuk seluruh bentuk briket yang kami produksi.
Bahan baku
100%tempurung kelapa
Karbon terikat
75-80%
Kadar abu
< 2.5%
Kadar air
< 6%
Zat terbang
< 16%
Nilai kalori
7500-7800kcal/kg
Lama nyala
60-90menit
Kenapa kelapa Indonesia
Indonesia duduk tepat di garis khatulistiwa dan termasuk produsen kelapa terbesar di dunia. Dua hal itu menentukan mutu tempurung yang kami olah.
Tidak ada satu musim panen di khatulistiwa. Pohon kelapa berbuah terus sepanjang tahun, jadi tempurung mengalir tanpa jeda dan pasokan tidak putus di tengah kontrak.
Kami memakai tempurung kelapa tua yang dagingnya sudah diambil untuk kopra. Tempurung tua lebih padat dan keras, dan kepadatan itulah yang membuat karbon terikatnya tinggi dan abunya rendah.
Bahan bakunya sisa industri kopra yang selama ini dibuang. Tidak ada pohon yang ditebang untuk membuat briket ini.
Asal tempurung
Sumatera dan Sulawesi sama-sama dilintasi garis nol derajat. Dari dua pulau inilah tempurung kami datang.
Cerita di balik arang
Varietas kelapa dan jenis tanah di Indonesia hampir sama di mana-mana. Yang benar-benar membedakan mutu tempurung bukan kelapa atau tanahnya, melainkan kapan petani memanennya, dan itu ditentukan oleh kebutuhan pasar di tiap daerah.
Indonesia Barat
Di Jawa, permintaan kelapa santan untuk rumah tangga dan restoran sangat tinggi, sehingga banyak petani memetik kelapa sebelum benar-benar tua. Sumatera bagian selatan menjadi penyangga saat pasokan Jawa kurang. Kelapa yang tidak lolos sortir pasar dijadikan kopra, dan karena dagingnya belum tebal, tempurungnya pun tipis. Hasilnya: arang dengan abu yang tipis, tapi kalori yang tidak maksimal.
Indonesia Timur
Di Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur, kota besar sedikit dan permintaan kelapa tua untuk rumah tangga minim. Kelapa tua justru dialirkan ke industri minyak goreng di Surabaya, Makassar, dan Bitung. Karena dipanen benar-benar tua, tempurungnya tebal dan padat. Hasilnya: arang dengan abu yang lebih tebal, tapi kalori yang lebih tinggi.
Kenapa ini penting untuk buyer?
Kesimpulannya, kebiasaan petani di tiap daerah yang menentukan karakter arang tempurung. Mayoritas buyer luar negeri meminta kadar abu maksimal 2,5%, bahkan banyak yang minta di bawah 2%. Dari pengalaman kami, bahan baku full Sulawesi sulit turun di bawah 2% karena tempurungnya memang tebal dan kalorinya tinggi. Karena itu, karakter tiap daerah kami racik sesuai iklim dan kebutuhan negara tujuan.
Pasar Eropa
Negara beriklim dingin butuh kalori tinggi dan abu lebih tebal sebagai penghangat, alternatif pengganti gas. Untuk shisha maupun penghangat, orang Eropa umumnya minta ukuran besar dan kalori tinggi, dan tidak terlalu mempermasalahkan abu selama arangnya alami.
Pasar Timur Tengah
Negara seperti Libanon, Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, Oman, dan Yaman beriklim hangat. Kalori standar (sekitar 7000-7200) sudah cukup, tapi yang dicari adalah visualnya: abu rendah dan bara yang menyala menarik (glowing) saat dipakai di ruangan redup ber-AC.
Garansi kami: apa pun kebutuhannya, setiap briket Mekha Energi dibuat berdasarkan kebutuhan pembeli, dan 100% alami.
Dari tempurung ke kontainer
Setiap briket melewati urutan yang sama. Tidak ada tahap yang dilompati.
Tempurung kelapa tua dikumpulkan dari sentra kopra di Sumatera dan Sulawesi.
Tempurung dibakar dalam tungku tertutup sampai menjadi arang, bukan abu.
Arang digiling halus lalu dicampur perekat alami sampai adonannya rata.
Adonan dicetak menjadi kubus, heksagonal, dome, atau stick sesuai pesanan.
Briket dikeringkan sampai kadar airnya turun di bawah 6%.
Briket diperiksa satu per satu. Yang retak, gompal, atau beda ukuran dikeluarkan.
Masuk inner box 1 kg lalu master carton 10 kg, mengikuti opsi kemasan yang dipilih.
Kontainer dimuat, disegel, dan dokumen ekspornya disiapkan.
Kemasan
Semua opsi memakai master carton 10 kg. Yang membedakan hanya inner box dan mutu cetakannya.
Biaya kemasan dihitung terpisah dari harga briket. Angkanya kami cantumkan di penawaran.
Legalitas & mitra
Perizinan ekspor lengkap dan pengiriman lewat perusahaan pelayaran kelas dunia.
Pengiriman
Pilih negara tujuan untuk melihat perkiraan waktu pelayaran dari Indonesia.
Perkiraan waktu pelayaran
18-24 hari
Pelabuhan tujuan Jebel Ali
Angka ini perkiraan pelayaran peti kemas, bukan jaminan. Waktu sebenarnya bergantung jadwal kapal dan transit di pelabuhan perantara, dan kami pastikan saat penawaran.
20'
18-20ton
40'
26-28ton
Perkiraan memakai master carton 10 kg. Muatan pasti tergantung bentuk dan ukuran briket.
| Negara tujuan | Pelabuhan tujuan | Perkiraan waktu pelayaran |
|---|---|---|
| Uni Emirat Arab | Jebel Ali | 18-24 hari |
| Arab Saudi | Jeddah | 20-26 hari |
| Turki | Mersin | 25-32 hari |
| Mesir | Alexandria | 24-30 hari |
| Jerman | Hamburg | 28-35 hari |
| Belanda | Rotterdam | 28-35 hari |
| Inggris | Felixstowe | 28-36 hari |
| Amerika Serikat | Los Angeles | 25-32 hari |
| Korea Selatan | Busan | 12-18 hari |
| Jepang | Tokyo | 14-20 hari |
| India | Nhava Sheva | 12-18 hari |
| Rusia | Novorossiysk | 30-40 hari |
Janji temu
Isi keperluanmu di bawah. Kami balas dengan penawaran dan waktu yang cocok untuk bicara.
Kami membalas dalam 1×24 jam kerja.
Siap ekspor
Hubungi kami untuk penawaran terbaik dan konsultasi gratis soal kebutuhan ekspormu.
Janji temu
Isi keperluanmu di bawah. Kami balas dengan penawaran dan waktu yang cocok untuk bicara.